Lainnya

Gula Kelapa Organik

Gula palma dari nira kelapa yang dipanen secara tradisional di Desa Sepauk. Proses tanpa bahan kimia, tersertifikasi organik. Rasanya caramel alami dengan aroma kelapa. Alternatif gula sehat.

KTH Lestari Alam Desa Natai, Sintang
Harga Rp 35,000 / 500g

Harga sudah termasuk ongkir untuk wilayah Sintang. Hubungi kami untuk luar kota.

Berat 500g/pack
Jenis Gula Palma Organik
Asal Pohon kelapa rakyat Desa Sepauk, Kalimantan Barat
Sertifikasi Organik certified
Proses Tradisional tanpa bahan kimia, tanpa pemutih
Indeks Glikemik 35 (Rendah)

Cerita di Balik Gula Kelapa Organik

Di Desa Sepauk, ada satu kebiasaan yang tidak berubah selama puluhan tahun: setiap subuh, sebelum ayam berkokok dan sebelum matahari terbit, para petani sudah memanjat pohon-pohon kelapa tua mereka. Bukan untuk memetik buah β€” melainkan untuk mengambil nira dari bunga kelapa.

Pak Hasan, 67 tahun, sudah melakukan ini sejak usia 15跟随 neneknya. “Nira itu cuma bisa diambil pagi hari,” katanya sambil mengikat wadah penampung di bawah bunga kelapa. “Kalau siang, bunga sudah Π·Π°ΠΊΡ€Ρ‹Π»Π°ΡΡŒ. Nira tidak akan keluar.”

“Ini bukan cara modern β€” ini cara yang sudah dilakukan turun-temurun.”

Nira: Cairan Ajaib yang Jadi Gula

Nira kelapa adalah getah manis yang keluar dari bunga kelapa Betina yang telah dibuahi. Dari satu pohon, setiap malam bisa dihasilkan 3-5 liter nira. Tapi pohon-pohon kelapa tua di Sepauk β€” ada yang sudah berumur lebih dari 50 tahun β€” bisa menghasilkan lebih banyak.

“Nenek saya bilang, pohon kelapa itu seperti ibu yang sedang menyusui,” kata Bu Sari, salah satu anggota KTH Lestari Alam. “Kalau pohonnya sehat dan tua, air susunya manis dan banyak.”

Nira yang baru keluar sebenarnya tidak berwarna β€” hampir seperti air biasa. Tapi begitu didiamkan sebentar, ia mulai berubah kecokelatan dan mulai berbau manis. Proses pengubahan nira menjadi gula adalah proses dehydrasi dan karamelisasi alami.

Proses yang Tidak Boleh Diganti Mesin

Gula kelapa organik KTH Lestari Alam dibuat dengan proses yang sama dengan yang dilakukan generasi sebelumnya:

Fase 1 β€” Pengumpulan (Pukul 04.00-08.00) Nira dikumpulkan dari puluhan pohon oleh anggota KTH yang sudah terlatih. Setiap ember diberi label untukθΏ½θΈͺ pohon mana yang menghasilkan nira terbaik.

Fase 2 β€” Penanaan (Pukul 08.00-12.00) Nira dituang ke dalam wajan-wajan besar β€” biasanya tradisional dari aluminium atau tanah liat β€” dan dipanaskan dengan api kayu. Proses ini memakan waktu 4-6 jam tergantung volume nira.

Fase 3 β€” Pengadukan (Pukul 12.00-15.00) Ini adalah fase paling kritikal. Nira yang mengental harus diaduk terus menerus agar tidak gosong. Satu kali lengah β€” seluruh adonan bisa rusak. Pengadukan dilakukan bergiliran oleh 2-3 orang anggota.

Fase 4 β€” Pencetakan (Pukul 15.00-16.00) Setelah konsistensi yang tepat tercapai, gula yang sudah matang dituang ke dalam cetakan-cetakan tradisional. Bentuknya biasanya bulat pipih atau dadu.

Fase 5 β€” Pengeringan (1-2 Hari) Gula yang sudah dicetak dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga kadar airnya turun ke tingkat yang tepat untuk penyimpanan.

Kenapa Organik Penting untuk Gula?

Sertifikasi organik bukan hanya label β€” ini berarti:

  • Tidak ada pestisida β€” Pohon kelapa tidak pernah dispray dengan bahan kimia sintetis
  • Tidak ada pupuk kimia β€” Pohon hanya diberi pupuk organik dari kompos dan limbah kelapa
  • Tidak ada bahan pemutih β€” Gula pasar sering menggunakan bleaching agent untuk tampil lebih putih
  • Tidak ada anti-caking agent β€” Gula lain kadang diberi bahan untuk mencegah gumpalan

Hasilnya: gula berwarna cokelat natural β€” bukan putih β€” dengan rasa caramel yang kompleks dan aroma kelapa yang jelas.

Angka di Balik Gula Kelapa

Indeks Glikemik (IG): 35 β€” Dibandingkan dengan gula pasir (65-70), ini perbedaan yang signifikan. IG rendah berarti gula lebih lambat diserap tubuh, tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.

Kalium: 263mg/100g β€” Gula kelapa mengandung sekitar 2-3x lebih banyak kalium dari gula pasir. Kalium penting untuk kesehatan jantung dan tekanan darah.

Magnesium: 29mg/100g β€” Mineral yang sering defisien pada diet modern. Mendukung kesehatan tulang dan sistem saraf.

Dari Satu Pohon ke Dapur Anda

Satu pohon kelapa tua bisa menghasilkan sekitar 150-200kg gula per tahun β€” ini dari nira yang diambil setiap hari selama musim berbunga. Dari 28 anggota KTH Lestari Alam yang mengelola ratusan pohon, total produksi bisa mencapai 1.500kg per tahun.

“Yang paling puas itu saat ada pembeli tetap yang bilang, ‘Rasanya beda dari gula lain yang pernah saya coba,’” kata Pak Hasan. “Itu worth it β€” semua kerja keras pagi-pagi itu.”


Narahubung: Reza Afrizal β€” 0815-2154-4417

Pesan via WhatsApp: Hubungi via WhatsApp

Chat WhatsApp