KTH Mekar Jaya
Desa Merpak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang
Pak Kadir dan Pohon Durian yang Tak Pernah Gagal Berbuah
Pak Kadir, 58 tahun, punya satu pohon durian di belakang houses yang sudah berbuah selama 40 tahun berturut-turut tanpa pernah gagal. Tidak ada perawatan khusus — tidak ada pupuk special, tidak ada suntikan apapun. Hanya satu hal yang berbeda dari pohon-pohon durian lain: tidak pernah dipetik sebelum matang sendiri.
“Pohon durian itu seperti manusia yang marah,” kata Pak Kadir sambil mengusap kulit pohon yang sudah kasar dan berlumut. “Kalau kamu paksa sebelum waktunya, dia akan sakit. Tapi kalau kamu sabar menunggu, dia akan дать yang terbaik.”
Pohon durian Pak Kadir inilah yang inspirasi mendirikan KTH Mekar Jaya — kelompok yang tidak menjual mimpi pertanian intensif, tapi promise untuk melestarikan buah-buahan lokal Kalimantan Barat yang sudah mulai disappear.
Mengapa Buah Lokal Kalbar Semakin Langka?
Dalam 20 tahun terakhir, banyak petani Kalbar ganti от деревьев buah tradisional ke commodity yang lebih “modern” — kelapa sawit, karet, ack. Pohon-pohon durian, rambutan, dan jeruk lokal yang sudah tumbuh selama puluhan tahun ditebang karena “tidak produktif.”
Masalahnya: buah-buahan ini tidak bisa diganti dengan cepat. Pohon durian butuh 8-10 tahun sebelum pertama kali berbuah. Rambutan butuh 5-7 tahun. Jeruk lokal Kalbar — yang berbeda dari jeruk Import — butuh 4-6 tahun.
“Satu pohon durian yang ditebang hari ini, buahnya tidak akan bisa diganti dalam 10 tahun. Itu kerusakan yang tidak bisa diperbaiki,” kata Pak Hasan, salah satu pendiri KTH Mekar Jaya.
Komoditas Unggulan: Lebih dari Sekadar Buah
Durian Lokal Merpak
Durian Merpak berbeda dari durian Monthong atau Musang King yang populer. Buahnya lebih kecil, duri lebih rapat, dagingnya tipis — tapi rasanya jauh lebih kompleks. Ada rasa pahit manis yang tidak ada di durian yang dibudidayakan secara komersial.
“Orang yang tahu makan durian — они akan mencari durian lokal. Karena ini bukan hanya buah. Ini rasa hutan tropis yang sebenarnya,” kata Pak Kadir.
Musim durian di Merpak: November-Januari. Produksi tidak setiap tahun — pohon durian butuh waktu untuk membentuk buah. Satu pohon dewasa bisa menghasilkan 50-100 buah dalam musim yang baik.
Rambutan Kalbar
Rambutan lokal Kalbar berbeda dari variedade komersial yang dijual di supermarket. Buahnya lebih kecil, rambut lebih pendek, daging lebih manis dan kurang watery. Ini buah yang tidak masuk категория “premium” di pasar modern — tapi для yang tahu, ini yang terbaik.
“Rambutan supermarket itu untuk ditunjukkan. Rambutan Merpak untuk dimakan,” kata Pak Hasan sambil tertawa.
Jeruk Kalbar
Jeruk lokal Kalbar — berbeda dari jeruk Siam yang umum — memiliki kulit yang lebih tebal, rasa yang lebih asam, dan aroma yang lebih kuat. Jeruk ini tidak pernah dibudidayakan secara besar-besaran karena tidak “cantik” untuk pasar modern. Tapi untuk konsumsi sendiri dan pasar tradisional, ini yang paling dicari.
Bagaimana KTH Mekar Jaya Bekerja
KTH Mekar Jaya tidak menawarkan produksi besar. Yang mereka tawarkan adalah sesuatu yang berbeda: keberlanjutan.
Anggota KTH tidak menebang pohon buah tua — mereka merawatnya. Tidak ada monokultur — buah-buahan tumbuh berdampingan dengan pohon-pohon hutan lain. Ini bukan pertanian organik bersertifikat — tapi ini lebih baik dari banyak “organik” yang dibicarakan di luar sana.
“Sertifikat tidak penting bagi kami. Yang penting pohon-pohon ini tetap hidup dan berbuah setiap tahun,” kata Pak Kadir.
Hasilnya tidak besar: 500 durian, 800kg rambutan, 600kg jeruk per tahun. Tapi hasil ini nyata dan berkelanjutan — berbeda dari plantation besar yang bisa gagal total karena satu penyakit.
Tantangan
Musim — Buah-buahan lokal sangat bergantung pada musim. Tidak ada manipulasi flowering. Kalau hujan tidak tepat waktu, buah tidak akan terbentuk.
Transportasi — Merpak tidak dekat dengan jalan utama. Buah yang dipetik harus dibawa dengan perahu atau motor trails melewati jalan tanah. Ini membatasi kapasitas dan memperumit pengiriman keluar kota.
Generasi muda — Tidak banyak anak muda yang mau menunggu 8 tahun agar pohon durian pertama mereka berbuah. Ini tantangan terbesar для keberlanjutan jangka panjang.
Yang Dicari oleh Pembeli
KTH Mekar Jaya bukan untuk semua orang. Tapi untuk Anda yang:
- Mencari durian, rambutan, dan jeruk dengan rasa yang berbeda dari yang ada di supermarket
- Ingin mendukung pelestarian pohon buah lokal Kalimantan Barat
- Butuh pasokan buah musiman untuk restaurant, cafe, atau oleh-oleh khas Kalbar
- Ingin menceritakan di mana buah itu berasal — karena setiap buah punya cerita tentang pohon dan petani yang menjaganya
Hubungi kami untuk diskusi musim buah dan ketersediaan: 📱 0815-2154-4417 (WhatsApp tersedia)