KTH Harapan Jaya

Desa Ketungau, Kecamatan Ketungau, Kabupaten Sintang

Berdiri 2019
30 Anggota Aktif
Desa Ketungau, Kecamatan Ketungau
Karet Mentah 5.000 kg/tahun

Pagi-pagi Buta: Kisah di Balik Setetes Getah

Jam 3 pagi, ketika Sebagian besar warga Desa Ketungau masih tidur, Pak Jamil sudah bersiap. Dia menyalakan lampu, mengambil pahat sadap danember, lalu berjalan kaki 20 menit ke plantations-nya yang ada di tepi hutan. Ini sudah rituellennya selama 15 tahun.

“Sadak itu ilmu,” kata Pak Jamil sambil memeriksa alur sadapan di batangnya. “Yang salah mengirit, pohonnya cepat rusak. Yang benar, pohon tetap produktif sampai 30 tahun.”

Pak Jamil adalah salah satu from 30 anggota KTH Harapan Jaya di Desa Ketungau. Kelompok ini mungkin bukan yang paling glamorous di antara KTH Sintang Timur — tidak ada cerita tentang fermentation unik atau sertifikasi organik — tapi mereka adalah salah satu yang paling konsisten secara produksi. Setiap bulan, mereka menghasilkan sekitar 400-500 kg cup lump yang langsung diserap oleh pabrik karet di dekat Sintang.

Sistem Sadap yang Tidak Semua Orang Tahu

Menghasilkan karet mentah yang berkualitas tidak sesederhana menetak pohon dan collect getah. Ada ilmu di baliknya, dan KTH Harapan Jaya berinvestasi dalam melatih setiap anggota untuk memahami pohon mereka.

Dasar-dasar sadap yang baik:

  • Sadap dilakukan pada alur diagonal di bark (kulit) pohon, bukan spiral penuh
  • Kedalaman sadapan 1,5-2 mm — cukup untuk mengalirkan lateks tanpa melukai kambium (lapisan pertumbuhan)
  • Waktu sadap yang tepat: dini hari, sebelum suhu naik dan lateks mulai menggumpal di dalam saluran lateks
  • Mangkok penampung diletakkan pada sudut yang memastikan lateks mengalir bersih tanpa cipratan tanah

“Kunci kualitas ada dicleanliness,” jelas Pak Jamil. “Kalau tanah masuk ke mangkok, kualitas KKK (Kadar Karet Kering) turun drastis. Satu mangkok terkontaminasi bisa meng contaminated seluruh hasil harian.”

Dari Getah ke Cup Lump: Proses Sederhana yang Menentukan Kualitas

Setelah lateks dikumpulkan dari seluruh pohon yang disadap, proses selanjutnya adalah pengolahan menjadi cup lump — bentuk paling umum karet mentah untuk transportation dan penyimpanan.

Prosesnya:

  1. Lateks dari semua pohon dicampur dalam satu wadah besar
  2. Asam semut (formic acid) ditambahkan dalam jumlah kecil sebagai koagulan — ini yang membuat lateks cair mengeras
  3. Campuran diaduk hingga mulai menggumpal
  4. Gumpalan lateks ditekan dan dicetak dalam cups (cetakan) hingga berbentuk gumpalan padat
  5. Cup lump dijemur di atas para-para selama 3-5 hari, dibolak-balik setiap pagi dan sore

Kenapa cup lump? Cup lump lebih praktis untuk transportation karena bentuknya padat dan tidak mudah tumpah. Industri lebih suka cup lump karena proses pengolahan selanjutnya (remelting dan pembuatan sheet) lebih mudah dilakukan daripada mengolah lateks cair.

Kualitas: Angka yang Tidak Boleh Bohongan

Pabrik karet membeli cup lump berdasarkan Kadar Karet Kering (KKK) — persentase berat karet murni terhadap berat cup lump total. Semakin tinggi KKK, semakin baik kualitasnya.

“Ini bukan indikator yang bisa dimanipulasi,” kata Pak Anton, ketua KTH Harapan Jaya. “Pabrik punya lab. Mereka bisa ukur KKK dengan tepat. Kalau kamu kasih mereka cup lump yang KKK-nya di bawah 75%, mereka akan potong harga. Kalau di bawah 70%, mereka mungkin tidak mau beli sama sekali.”

KTH Harapan Jaya menjaga KKK minimum 75% untuk seluruh pengiriman mereka. Ini dicapai dengan:

  • Menjaga kebersihan selama collection dan processamento
  • Tidak menambahkan bahan pengisi (filler) untuk menambah berat
  • Mengeringkan cup lump hingga kadar air yang tepat sebelum dikirim

Tantangan dan Harapan

Seperti banyak KTH di Kalbar, Harapan Jaya menghadapi beberapa tantangan:

Fluktuasi harga — Harga karet internasional berfluktuasi. Saat harga rendah, margin keuntungan anggota sangat tipis. Tapi Pak Anton bersikeras: “Yang penting kita tetap konsisten kualitas. Kalau harga naik, pembeli akan kembali karena mereka sudah percaya kualitas kita.”

Generasi muda — Tidak banyak anak muda yang tertarik menjadi petani sadap. Ini tantangan umum di seluruh Kalbar. Tapi KTH Harapan Jaya mencoba mengatasinya dengan memberikan bagi hasil yang lebih adil dibanding petani individual.

Akses pasar — Saat ini hasil karet langsung ke pabrik tanpa melewati pedagang pengepul. Ini sudah step yang baik, tapi KTH masih terbuka untuk eksplorasi nilai tambah seperti produksi sheet atau crepe jika ada investor atau offtaker yang interested.


Hubungi kami untuk diskusi dan kerja sama: 📱 0815-2154-4417 (WhatsApp tersedia)

Chat WhatsApp