KTH Bina Tani
Desa Tempunak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang
Dari Lereng Tempunak: Kisah Petani yang Memilih Bertahan
Pak Mardi tidak pernah membayangkan bahwa kopinya akan sebaik ini. Dulu, saat pertama kali menanam kopi di lereng Tempunak tahun 2015, dia melakukannya hanya karena saran pedagang bibit. “Tanaman keras, hasilnya lama,” pikirnya saat itu. Sekarang, delapan tahun kemudian, kopinya dipakai sebagai acuan rasa oleh setidaknya tiga pengepul di Sintang.
“Ini bukan kopi biasa,” kata Pak Mardi, sambil menyendokkan sebutir biji kopi yang sudah disangrai ke dalam mulutnya untuk mengecek tingkat kematangan. “Ini kopi yang tumbuh di antara pohon-pohon besar. Akarnya mencari air di lapisan tanah yang dalam. Daun-daun hutan memberinya shade. Jadi rasanya bukan cuma pahit — ada manisnya juga. Ada rasa tanah hutan tropis.”
Mengapa Tempunak?
Desa Tempunak terletak di lereng hutan yang landai, dengan ketinggian antara 400 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Ini bukan ketinggian ekstrem — tapi cukup untuk memberikan noches malam hari yang drastis, yang penting untuk membentuk asam-asam amino dalam biji kopi.
Ketinggian ini juga berarti pohon-pohon hutan yang lebih tua masih berdiri di sekitar plantations. Petani Bina Tani tidak menebang pohon-pohon ini. Mereka menanam kopi di sela-selanya. Ini yang membedakan kopi Tempunak dari kopi monoculture.
“Satu pohon durian yang sudah 30 tahun berdiri di tengah gardens kopi — itu bukan hambatan,” jelas Kasi, sekretaris KTH. “Itu justru membuat lebah suka datang, membantu penyerbukan. Kopi jadi lebih banyak fruitnya.”
Cerita tentang Dua Rasa
Bina Tani menghasilkan dua jenis kopi yang berbeda karakter:
Kopi Arabika ditanam di bagian lereng yang lebih tinggi. Di ketinggian 900-1.200 mdpl, noite hari turun hingga 16°C, menciptakan kondisi ideal untuk pengembangan acidity cerah dan catatan floral yang kompleks. Para anggotaberlatih melakukan selective picking — memetik hanya buah yang benar-benar matang merah — karena satu buah yang dipetik terlalu dini bisa mengubah keseluruhan profil rasa.
Kopi Robusta ditanam di ketinggian yang sedikit lebih rendah, 500-800 mdpl. Di sini noches tidak seekstrem di bagian atas, menghasilkan kopi dengan body lebih penuh dan rasa cokelat-pahit yang khas. Robusta Bina Tani diproses washed untuk menghasilkan cup yang bersih — tidak seperti banyak Robusta pasar yang masih berjamur dan berbau tanah.
Proses yang Tidak Bisa Dikorting
Salah satu hal yang membedakan Bina Tani dari kebanyakan petani kopi di Kalbar adalah keseriusan mereka dalam pengolahan pasca-panen.
Setelah dipetik, buah kopi langsung dibawa ke station pengolahan yang lokasinya tidak jauh dari gardens. Di sana, buah direndam dalam air bersih untuk memilih buah yang berkualitas — buah yang mengambang dibuang karena biasanya sudah kosong atau rusak.
Setelah itu, buah dikupas secara mekanis, dan biji kopi yang masih terbungkus lapisan mucilage (lendir) difermentasi selama 24-36 jam tergantung cuaca. Fermentasi dihentikan dengan pencucian bersih. Biji kemudian dijemur di atas para-para dengan.atap terpal yang bisa ditarik masuk kalau hujan.
“Ini kerja yang tidak boleh tergesa,” kata Bu Sri, salah satu anggota yang fokus pada quality control. “Kalau terlalu lama difermentasi, Kopi jadi over-fermented, rasanya seperti tanah. Kalau kurang, ada sisa gula, kopi mudah berjamur saat disimpan.”
Proses pengeringan memakan waktu 10-14 hari, tergantung intensitas matahari. Biji kopi dianggap siap untuk digiling (hulling) ketika kadar airnya turun hingga 11-12%.
Dari 22 Petani ke Meja Anda
KTH Bina Tani bukan corporate. Tidak ada investor. Tidak ada modal besar. Yang ada hanya 22 petani yang berkumpul pada 2020, berbagi ilmu, dan memutuskan untuk menjual kopinya sendiri daripada dijual ke pedagang besar yang menentukan harga.
Hasilnya: dalam tiga tahun, mereka berhasil membangun relasi langsung dengan tiga pengepul di Pontianak dan satu exporter kecil yang mengirim sample ke Jakarta. Harga yang mereka dapatkan 20-30% lebih tinggi dari harga petani biasa di sekitar Tempunak.
“Tapi yang lebih penting bukan harganya,” kata Kasi. “Yang lebih penting adalah kami belajar memahami kualitas kami sendiri. Kami jadi tahu kopi ini worth berapa. Kita tidak asal jual.”
Hubungi kami untuk sampling atau diskusi kualitas: 📱 0815-2154-4417 (WhatsApp tersedia)