
KTH Harapan Baru
Desa Sungai Durian, Kecamatan Kelam Permai
KTH Harapan Baru KTH Harapan Baru berdiri sejak 2021. Beranggotakan 35 petani madu kelulut. Narahubung: Pak Ruslan — Ketua KTH Diisi oleh: Pak Anton (Penyuluh Kehutanan), 2026-06-30
Daftar Kelompok Tani Hutan — UPT KPH Wilayah Sintang Timur, DLHK Kalimantan Barat

Desa Sungai Durian, Kecamatan Kelam Permai
KTH Harapan Baru KTH Harapan Baru berdiri sejak 2021. Beranggotakan 35 petani madu kelulut. Narahubung: Pak Ruslan — Ketua KTH Diisi oleh: Pak Anton (Penyuluh Kehutanan), 2026-06-30
Desa Telangkai, Kecamatan Dedai
Ketika Lebah Mendahului Manusia di Tepi Sungai Di tepi Sungai Melawi, di sebuah desa kecil yang bahkan tidak semua peta besar menunjukkan, sekelompok lebah sudah membuat sarang di pohon-pohon tua sejak sebelum KTH Sinar Borneo ada. Mereka tidak tahu mereka “sebelumnya” — mereka hanya terus melakukan apa yang telah mereka lakukan selama jutaan tahun: mengumpulkan nektar, membuat madu, bertahan hidup. Pak Rahmat, 45 tahun, adalah salah satu from 20 anggota KTH Sinar Borneo.
Desa Merpak, Kecamatan Tempunak
Pak Kadir dan Pohon Durian yang Tak Pernah Gagal Berbuah Pak Kadir, 58 tahun, punya satu pohon durian di belakang houses yang sudah berbuah selama 40 tahun berturut-turut tanpa pernah gagal. Tidak ada perawatan khusus — tidak ada pupuk special, tidak ada suntikan apapun. Hanya satu hal yang berbeda dari pohon-pohon durian lain: tidak pernah dipetik sebelum matang sendiri. “Pohon durian itu seperti manusia yang marah,” kata Pak Kadir sambil mengusap kulit pohon yang sudah kasar dan berlumut.
Desa Sepauk, Kecamatan Sepauk
Pohon Kelapa yang Lebih Tua dari Indonesia Di belakang rumah Pak Karso, ada empat pohon kelapa yang konon sudah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka. Batangnya sudah melengkung sedikit karena usia, tapi produktivitasnya tidak pernah menurun. Setiap minggu, pohon-pohon ini tetap menghasilkan nira yang cukup untuk diisi tiga kaleng besar. “Nenek saya yang menanam ini,” kata Pak Karso sambil memanjat pohon dengan alat sadap yang sudah berlumur getah pohon. “Nenek saya bilang, kelapa itu tidak pernah menghianati.
Desa Tempunak, Kecamatan Tempunak
Dari Lereng Tempunak: Kisah Petani yang Memilih Bertahan Pak Mardi tidak pernah membayangkan bahwa kopinya akan sebaik ini. Dulu, saat pertama kali menanam kopi di lereng Tempunak tahun 2015, dia melakukannya hanya karena saran pedagang bibit. “Tanaman keras, hasilnya lama,” pikirnya saat itu. Sekarang, delapan tahun kemudian, kopinya dipakai sebagai acuan rasa oleh setidaknya tiga pengepul di Sintang. “Ini bukan kopi biasa,” kata Pak Mardi, sambil menyendokkan sebutir biji kopi yang sudah disangrai ke dalam mulutnya untuk mengecek tingkat kematangan.
Desa Ketungau, Kecamatan Ketungau
Pagi-pagi Buta: Kisah di Balik Setetes Getah Jam 3 pagi, ketika Sebagian besar warga Desa Ketungau masih tidur, Pak Jamil sudah bersiap. Dia menyalakan lampu, mengambil pahat sadap danember, lalu berjalan kaki 20 menit ke plantations-nya yang ada di tepi hutan. Ini sudah rituellennya selama 15 tahun. “Sadak itu ilmu,” kata Pak Jamil sambil memeriksa alur sadapan di batangnya. “Yang salah mengirit, pohonnya cepat rusak. Yang benar, pohon tetap produktif sampai 30 tahun.
Desa Natai, Kecamatan Sintang
Bermula dari Secuil Nira di Hutan Pada tahun 2021, sekelompok warga Desa Natai duduk bersama di balai desa. Hutan di sekeliling mereka masih utuh — hutan sekunder dan agroforestri di pedalaman. Mereka bicara tentang cara hidup baru: memanfaatkan hutan tanpa merusaknya. “Kami putuskan untuk beternak lebah kelulut. Lebah ini tidak perlu tebang pohon, tidak perlu chemical, justru hutan jadi makin terjaga.” Dari kesepakatan itulah KTH Natai Kompas lahir. Nama “Natai” diambil dari nama desa mereka — sebuah komitmen untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia, lebah, dan hutan Kalimantan.