Bermula dari
Secuil Nira di Hutan
Pada tahun 2021, sekelompok warga Desa Natai duduk bersama di balai desa. Hutan di sekeliling mereka masih utuh — hutan sekunder dan agroforestri di pedalaman. Mereka bicara tentang cara hidup baru: memanfaatkan hutan tanpa merusaknya.
"Kami putuskan untuk beternak lebah kelulut. Lebah ini tidak perlu tebang pohon, tidak perlu chemical, justru hutan jadi makin terjaga."
Dari kesepakatan itulah KTH Natai Kompas lahir. Nama "Natai" diambil dari nama desa mereka — sebuah komitmen untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia, lebah, dan hutan Kalimantan.
Kini, 25 anggota aktif mengelola ratusan koloni lebah Trigona spp. yang tersebar di kawasan hutan sekunder dan agroforestri. Setiap tetes madu yang mereka panen adalah cerita tentang keharmonisan manusia dan alam.
Lestarikan
Hutan & populasi lebah kelulut
Sejahterakan
25 anggota & keluarga mereka
Berbagi
Rasa hutan untuk dunia